Tidur merupakan suatu keadaan dimana tubuh bisa istirahat
dari berbagai aktivitas harian. Rata-rata durasi tidur yang ideal untuk orang
dewasa ialah 8 jam. Walaupun demikian, masih banyak orang-orang yang
menyepelekan manfaat dari tidur. Beberapa manfaat dari tidur ( dr.
Kevin, 2018)
diantaranya ialah :
- Tubuh lebih sehat
Istirahat dan tidur berperan penting dalam menjaga kesehatan
tubuh kita. Jam tidur yang kurang diduga meningkatkan risiko penyakit ginjal,
jantung, stroke, tekanan darah tinggi, detak jantung tidak teratur, hormon
stres naik, dan diabetes. Kurang tidur membuat kadar gula darah kita lebih
tinggi dari batas normal. Akibatnya, kita pun lebih rentan terserang diabetes.
- Pertumbuhan badan
Istirahat dan tidur juga membantu pertumbuhan dan perkembangan
tubuh yang sehat. Tidur yang nyenyak memicu tubuh melepaskan hormon yang
mendukung pertumbuhan normal pada anak-anak dan remaja. Hormon tersebut juga
membantu memperbaiki sel-sel dan jaringan, serta meningkatkan massa otot pada
anak-anak, remaja, dan orang dewasa. Selain itu, istirahat dan tidur juga
memegang peranan dalam pubertas dan kesuburan.
- Menjaga berat badan
Tahukah Anda jika kurang tidur ternyata juga bisa
meningkatkan risiko obesitas pada remaja dan kelompok usia lainnya? Tidur
memengaruhi tubuh dalam memroses dan menyimpan karbohidrat. Caranya dengan
menjaga hormon yang membuat kita merasa lapar (ghrelin) atau kenyang (leptin)
tetap seimbang. Jika kita tidak cukup tidur, hormon ghrelin akan naik sedangkan
hormon leptin akan turun. Akibatnya, kita pun akan merasa kelaparan.
- Tetap aktif di siang hari
Istirahat dan tidur yang cukup dan berkualitas membuat kita
tetap aktif sepanjang hari. Kurang tidur hanya satu atau dua jam per malam saja
sudah membuat tubuh kita seolah-olah tidak tidur sama sekali selama satu atau
dua hari. Orang yang kekurangan tidur cenderung menjadi kurang produktif di
sekolah atau tempat kerja. Mereka membutuhkan waktu lebih lama untuk
menyelesaikan tugas, bereaksi lebih lambat alias ‘lemot’, dan membuat lebih
banyak kesalahan.
- Meningkatkan suasana hati
Kurang istirahat dan tidur dapat membuat kita menjadi cepat
marah, tidak sabar, sulit berkonsentrasi, murung, stres, dan depresi. Terlalu
sedikit tidur juga dapat membuat kita terlalu lelah melakukan hal-hal yang
diinginkan.
- Memperkuat sistem kekebalan tubuh
Menurut penelitian terhadap 150 orang, tidur tujuh jam atau
kurang dari tujuh jam dalam sehari diduga membuat tubuh kita lebih rentan
terserang sakit.
- Mempertajam ingatan
Kurang istirahat dan tidur diduga bisa membuat kita cepat
pikun. Salah satu penelitian menunjukkan bahwa ketika tidur, otak kita
memroses, memperkuat, dan menggabungkan ingatan kita dari sepanjang hari. Jika
kurang tidur, ingatan-ingatan tersebut tidak bisa disimpan dengan benar dalam
otak dan bisa hilang.
Selain manfaat tidur yang baik untuk kesehatan, ternyata
posisi tidur juga mempengaruhi kesehatan kita. Seperti dilansir oleh Grid. D dalam
artikelnya mengenai posisi tidur yang baik mengatakan bahwa posisi tidur yang
salah bisa memicu nyeri leher, sleep apnea, gangguan pernapasan, hingga mimpi
buruk. Lalu, pertanyaan selanjutnya adalah seperti apa posisi tidur yang baik?
Banyak riset dan juga pendapat para ahli yang mengakui
manfaat tidur dengan posisi telentang.
Posisi tidur telentang memungkinkan kepala, leher, dan
tulang belakang mempertahankan posisi netral. Posisi ini pun menjadi pilihan
yang bagus bagi siapa pun yang menderita sakit di area tersebut. Terlebih lagi,
posisi ini membuat kepala terangkat ke atas dada yang diyakini mampu mengurangi
rasa panas di dada.
Namun, bagaimana jika kita tak terbiasa tidur dengan posisi
telentang? Shelby Harris, seorang ahli pengobatan tidur dan profesor di Albert
Einstein College of Medicine, telah mengungkapkan bagaimana melatih diri untuk
tidur telentang.
Menurut dia, saat seseorang siap untuk tidur, dia harus
meletakkan bantal di kedua sisi tubuh, dan satu di bawah lutut. Formasi ini
akan membantu agar tubuh tetap berada di tempat, atau berpindah saat sudah
terlelap. Atau, metode yang lebih ekstrem adalah menaruh bola tenis pada posisi
di mana kita cenderung merebahkan tubuh saat tertidur.
Jadi, saat bergerak di malam hari, rasa tidaknyaman karena
bola tenis tersebut membuat kita harus membalikkan punggung, dan kembali tidur
dalam posisi telentang. Tetapi, meskipun ini posisi tidur yang paling
menguntungkan, Harris -seperti dikutip dari laman the Independent, menyatakan,
teorinya ini tak berlaku bagi semua orang. Tidur telentang sebenarnya dapat
menyebabkan sleep apnea atau memperburuk gangguan tidur yang sudah terjadi.
Jadi bagi mereka yang rentan terhadap masalah semacam itu, maka kemungkinan
posisi semacam ini bukan posisi tidur yang baik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar