Rabu, 05 Desember 2018

Pengaruh Tidur untuk Kesehatan


Tidur merupakan suatu keadaan dimana tubuh bisa istirahat dari berbagai aktivitas harian. Rata-rata durasi tidur yang ideal untuk orang dewasa ialah 8 jam. Walaupun demikian, masih banyak orang-orang yang menyepelekan manfaat dari tidur. Beberapa manfaat dari tidur ( dr. Kevin, 2018) diantaranya ialah :

  • Tubuh lebih sehat
Istirahat dan tidur berperan penting dalam menjaga kesehatan tubuh kita. Jam tidur yang kurang diduga meningkatkan risiko penyakit ginjal, jantung, stroke, tekanan darah tinggi, detak jantung tidak teratur, hormon stres naik, dan diabetes. Kurang tidur membuat kadar gula darah kita lebih tinggi dari batas normal. Akibatnya, kita pun lebih rentan terserang diabetes.
  • Pertumbuhan badan
Istirahat dan tidur juga membantu pertumbuhan dan perkembangan tubuh yang sehat. Tidur yang nyenyak memicu tubuh melepaskan hormon yang mendukung pertumbuhan normal pada anak-anak dan remaja. Hormon tersebut juga membantu memperbaiki sel-sel dan jaringan, serta meningkatkan massa otot pada anak-anak, remaja, dan orang dewasa. Selain itu, istirahat dan tidur juga memegang peranan dalam pubertas dan kesuburan.
  • Menjaga berat badan
Tahukah Anda jika kurang tidur ternyata juga bisa meningkatkan risiko obesitas pada remaja dan kelompok usia lainnya? Tidur memengaruhi tubuh dalam memroses dan menyimpan karbohidrat. Caranya dengan menjaga hormon yang membuat kita merasa lapar (ghrelin) atau kenyang (leptin) tetap seimbang. Jika kita tidak cukup tidur, hormon ghrelin akan naik sedangkan hormon leptin akan turun. Akibatnya, kita pun akan merasa kelaparan.
  • Tetap aktif di siang hari
Istirahat dan tidur yang cukup dan berkualitas membuat kita tetap aktif sepanjang hari. Kurang tidur hanya satu atau dua jam per malam saja sudah membuat tubuh kita seolah-olah tidak tidur sama sekali selama satu atau dua hari. Orang yang kekurangan tidur cenderung menjadi kurang produktif di sekolah atau tempat kerja. Mereka membutuhkan waktu lebih lama untuk menyelesaikan tugas, bereaksi lebih lambat alias ‘lemot’, dan membuat lebih banyak kesalahan.