PERBEDAAN KEHIDUPAN SOSIAL MASYARAKAT KOTA
DAN DESA
Banyak
orang yang senang membeda-bedakan antara orang desa dan orang kota. Senang
membedakan kastanya dan asal-usuk keluarganya. Padahal sebenarnya entah mereka
dari desa atau kota sama saja. Sama-sama saling membutuhkan dan dibutuhkan.
Kalau dipikir lebih dalam, tanpa masyarakat desa masyarakat kota tidak akan
menikmati bagaimana rasa dari nasi. Karena nasi berasal dari sawah yang berada
di sektor agragris. Sedangkan kalau tidak ada masyarakat kota, palawija dari
masyarakat desa tidak akan terjual dengan laris.
Pasa
musim-musim sekarang(sebut saja hujan) pasti banyak yang membutuhkan beras.
Dari pemerintah(untuk bantuan yang terkena bencana), orang desa dan bahkan
masyarakat kota membutuhkan beras. Dalam artikel ini kelompok kami akan
membahas perbedaan tentang kehidupan sosial budaya masyarakat kota dan desa.
Kehidupan masyarakat
kota
Sikap
yang menonjol dari masyarakat kota adalah terbukanya terhadap pengetahuan baru
dan perubahan baru.Dan Beranggapan bahwa perubahan yang masuk dalam
kehidupannya dapat menguntungkan dirinya, Mendorong untuk meningkatkan taraf
kehidupan.
Masyarakat
kota sering juga dikaitkan dengan masyarakat modern yang berarti kelompok
sosial yang terus mengalami perubahan ke arah yang lebih maju, dengan di tandai
adanya keterbukaan terhadap pengaruh dari luar dan pemakaian teknologi.
Kota
sering dikaitkan pula dengan pusat. Entah itu Daerah Ibukota, Metropolitan,
Kota Pahlawan dan masih banyak lagi. Semuanya itu selalu terletak pada Kota.
Kota adalah daerah dimana tidak ada bagian yang disebut Desa. Dalam Kota
tingkat daerah yang paling rendah adalah Kecamatan. Kota dikepalai oleh
Waalikota dan di Wakili oleh Wakil Walikota.
Masyarakat
kota juga mempunyai ciri khas untuk acuh tak acuh dengan masalah yang ada di
dekatnya. Menurut mereka kalau masalah itu tidak menganggu pekerjaan mereka, mengapa
mereka harus mencampuri urusan tersebut. Namun, mereka mampu menerima kritik
dan saran dari luar untuk mereka. Mereka juga senang menonjolkan diri demi
tercapainya kepentingan pribadi maupun kelompok, dan tidak segan-segan menolak
atau menentang sesuatu yang dianggap melanggar kepentingannya.
Masyarakat
Kota juga mempunyai sifat kritis, terbuka dan berpikir secara objektif,
rasional, dan logis dalam setiap menghadapi permasalahan-permasalahan baru. Hal
tersebut disebabkan karena daya nalar yang dipadukan dengan ilmu pengetahuan
dan teknologi sehingga sesuatu dipandang secara realistis dan objektif.
Senang
mengejar prestasi karena prestasi akan mendorong seseorang untuk lebih maju
dalam berkarya. Dan juga mempunyai pola pikir yang kritis, objektif dan
rasional. Masyarakat Kota atau modern juga memiliki sifat yang progresif, sifat
individualis yang tinggi, perilakunya cenderung kreatif. Dan hal ini di dorong
dengan semakin tajamnya persaingan dalam persaingan masyarakat kota.
Kehidupan masyarakat
desa
Masyarakat
desa atau masyarakat tradisional sangat identik dengan sektor agragris. Selain
itu, masyarakat desa memiliki pola hidup yang tertumpu pada pranata sosial.
Menurut sebagian dari masyarakat desa, perubahan sosial budaya hanya akan
membuat taraf hidupya merosot dan akan membuat nilai-nilai budaya masyarakat
akan luntur.
Hal
ini terjadi karena kita dapat melihat letak geografisnya. Letak dari dearah
desa memang jauh dengan kota sehingga pengaruh luar yang masuk sangat sedikit
apalagi tanpa adanya sosialisasi bersama masyarakat yang ada.
Ada
beberapa alasan menggapa masyarakat desa menolak perubahan sosial budaya antara
lain: menggunakan hal yang baru dapat membuat seseorang terkena hukuman karena
tidak sesuai dengan adat istiadat mereka, bertentangan dengan tata nilai oleh
masyrakat, dan tentunya mereka sering beranggapan bahwa perubahan sosial akan
membuat mereka bertambah buruk.
Masyarakat
desa atau tradisional memiliki ciri khas mempunyai rasa kasih sayang, tolong
menolong, dan mempunyai rasa kesetiaan yang tingi terhadap sesama. Sering
menggambarkan sikap yang tidak jelas dan tidak berterus terang terutama pada
hubungan pribadi. Mempunyai rasa kebersamaan yang sangat amat kuat. Dapat
meningkatkan kerjasama, kebersamaan, tidak sombong, congkak, ego dan berbeda
pendapat, lambatnya menerima unsur perubahan sosial dan bercorak sangat
tradisional.
Sebenarnya
masyarakat desa atau tradisional tidak selamanya akan tradisional, mereka bisa
saja menjadi modern, apabila terjadi kontak dengan kelompok masyarakat lain
yang lebih maju secara intensif.
Jadi,
perbedaan yang paling menonjol antara kehidupan masyarakat Kota dan Desa adalah
berbedanya pengetahuan yang didapat. Jikalau masyarakat kota dapat menerima
ilmu pengetahuan dan teknologi secara cepat sedangkan masyarakat desa, sangat
sulit menerima ilmu pengetahuan dan tekonologi karena pikiran mereka yang masih
terpaku dalam pranata sosial yang ada di masyarakat tersebut.
semoga dapat bermanfaat :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar