Senin, 08 Desember 2014



PERBEDAAN KEHIDUPAN SOSIAL MASYARAKAT KOTA
DAN DESA
Banyak orang yang senang membeda-bedakan antara orang desa dan orang kota. Senang membedakan kastanya dan asal-usuk keluarganya. Padahal sebenarnya entah mereka dari desa atau kota sama saja. Sama-sama saling membutuhkan dan dibutuhkan. Kalau dipikir lebih dalam, tanpa masyarakat desa masyarakat kota tidak akan menikmati bagaimana rasa dari nasi. Karena nasi berasal dari sawah yang berada di sektor agragris. Sedangkan kalau tidak ada masyarakat kota, palawija dari masyarakat desa tidak akan terjual dengan laris.

Pasa musim-musim sekarang(sebut saja hujan) pasti banyak yang membutuhkan beras. Dari pemerintah(untuk bantuan yang terkena bencana), orang desa dan bahkan masyarakat kota membutuhkan beras. Dalam artikel ini kelompok kami akan membahas perbedaan tentang kehidupan sosial budaya masyarakat kota dan desa.
Kehidupan masyarakat kota
Sikap yang menonjol dari masyarakat kota adalah terbukanya terhadap pengetahuan baru dan perubahan baru.Dan Beranggapan bahwa perubahan yang masuk dalam kehidupannya dapat menguntungkan dirinya, Mendorong untuk meningkatkan taraf kehidupan.
Masyarakat kota sering juga dikaitkan dengan masyarakat modern yang berarti kelompok sosial yang terus mengalami perubahan ke arah yang lebih maju, dengan di tandai adanya keterbukaan terhadap pengaruh dari luar dan pemakaian teknologi.
Kota sering dikaitkan pula dengan pusat. Entah itu Daerah Ibukota, Metropolitan, Kota Pahlawan dan masih banyak lagi. Semuanya itu selalu terletak pada Kota. Kota adalah daerah dimana tidak ada bagian yang disebut Desa. Dalam Kota tingkat daerah yang paling rendah adalah Kecamatan. Kota dikepalai oleh Waalikota dan di Wakili oleh Wakil Walikota.
Masyarakat kota juga mempunyai ciri khas untuk acuh tak acuh dengan masalah yang ada di dekatnya. Menurut mereka kalau masalah itu tidak menganggu pekerjaan mereka, mengapa mereka harus mencampuri urusan tersebut. Namun, mereka mampu menerima kritik dan saran dari luar untuk mereka. Mereka juga senang menonjolkan diri demi tercapainya kepentingan pribadi maupun kelompok, dan tidak segan-segan menolak atau menentang sesuatu yang dianggap melanggar kepentingannya.
Masyarakat Kota juga mempunyai sifat kritis, terbuka dan berpikir secara objektif, rasional, dan logis dalam setiap menghadapi permasalahan-permasalahan baru. Hal tersebut disebabkan karena daya nalar yang dipadukan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi sehingga sesuatu dipandang secara realistis dan objektif.
Senang mengejar prestasi karena prestasi akan mendorong seseorang untuk lebih maju dalam berkarya. Dan juga mempunyai pola pikir yang kritis, objektif dan rasional. Masyarakat Kota atau modern juga memiliki sifat yang progresif, sifat individualis yang tinggi, perilakunya cenderung kreatif. Dan hal ini di dorong dengan semakin tajamnya persaingan dalam persaingan masyarakat kota.

Kehidupan masyarakat desa
Masyarakat desa atau masyarakat tradisional sangat identik dengan sektor agragris. Selain itu, masyarakat desa memiliki pola hidup yang tertumpu pada pranata sosial. Menurut sebagian dari masyarakat desa, perubahan sosial budaya hanya akan membuat taraf hidupya merosot dan akan membuat nilai-nilai budaya masyarakat akan luntur.
Hal ini terjadi karena kita dapat melihat letak geografisnya. Letak dari dearah desa memang jauh dengan kota sehingga pengaruh luar yang masuk sangat sedikit apalagi tanpa adanya sosialisasi bersama masyarakat yang ada.
Ada beberapa alasan menggapa masyarakat desa menolak perubahan sosial budaya antara lain: menggunakan hal yang baru dapat membuat seseorang terkena hukuman karena tidak sesuai dengan adat istiadat mereka, bertentangan dengan tata nilai oleh masyrakat, dan tentunya mereka sering beranggapan bahwa perubahan sosial akan membuat mereka bertambah buruk.
Masyarakat desa atau tradisional memiliki ciri khas mempunyai rasa kasih sayang, tolong menolong, dan mempunyai rasa kesetiaan yang tingi terhadap sesama. Sering menggambarkan sikap yang tidak jelas dan tidak berterus terang terutama pada hubungan pribadi. Mempunyai rasa kebersamaan yang sangat amat kuat. Dapat meningkatkan kerjasama, kebersamaan, tidak sombong, congkak, ego dan berbeda pendapat, lambatnya menerima unsur perubahan sosial dan bercorak sangat tradisional.
Sebenarnya masyarakat desa atau tradisional tidak selamanya akan tradisional, mereka bisa saja menjadi modern, apabila terjadi kontak dengan kelompok masyarakat lain yang lebih maju secara intensif.
Jadi, perbedaan yang paling menonjol antara kehidupan masyarakat Kota dan Desa adalah berbedanya pengetahuan yang didapat. Jikalau masyarakat kota dapat menerima ilmu pengetahuan dan teknologi secara cepat sedangkan masyarakat desa, sangat sulit menerima ilmu pengetahuan dan tekonologi karena pikiran mereka yang masih terpaku dalam pranata sosial yang ada di masyarakat tersebut. 
semoga dapat bermanfaat :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar